Lompat ke isi utama

Berita

Buka P2P di Toraja, Anggota Bawaslu Sulsel Soroti Pentingnya Literasi Digital Hadapi Pemilu 2029

anda p2p

Anggota Bawaslu Sulsel, Andarias Duma', saat memberikan sambutan dan arahan dalam pembukaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) untuk wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara, Rabu (20/05/2026). Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi digital serta menjadi penjaga integritas demokrasi yang aktif, baik di lapangan maupun di ruang siber.

Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Andarias Duma', memberikan arahan strategis dalam pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara, Rabu (20/05/2026). Dalam forum tersebut, Ia menegaskan bahwa urusan demokrasi bukan hanya menjadi ranah bagi penyelenggara pemilu atau partai politik saja, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Andarias menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kualitas demokrasi, bahkan di saat tidak ada tahapan pemilu yang sedang berlangsung. Ia menyayangkan adanya anggapan di tengah masyarakat bahwa pengawasan pemilu hanya penting pada momen kampanye, pemungutan, atau penghitungan suara saja.

"Demokrasi tidak berhenti setelah pemilu selesai. Justru pada masa non-tahapan seperti sekarang ini, fondasi integritas demokrasi sedang kita bangun bersama. Masa ini bukanlah waktu untuk istirahat demokrasi , melainkan momentum berharga untuk memperkuat pendidikan politik , meningkatkan kesadaran hukum , membangun budaya pengawasan , serta memperkuat partisipasi publik," terang Andarias.

Lebih lanjut, Andarias menyoroti tantangan era digital dengan menekankan pentingnya literasi digital demokrasi. Menurutnya, pengawasan saat ini tidak hanya bertumpu pada pergerakan di lapangan, melainkan juga harus menyentuh ruang digital karena gempuran hoaks dan ujaran kebencian yang kian masif. Masyarakat diharapkan lebih cerdas dalam memilah informasi serta memahami hak dan kewajibannya secara sehat di dunia maya.

"Satu klik dapat menyebarkan pengetahuan, tetapi satu klik juga dapat menyebarkan kebohongan. Oleh karena itu, literasi digital demokrasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menjaga masa depan demokrasi Indonesia," tegasnya.

Menutup arahannya menjelang persiapan menghadapi Pemilu 2029 , Andarias mengingatkan bahwa kontestasi tersebut akan menjadi ujian besar bagi kualitas demokrasi di tanah air. Keberhasilan pemilu yang jujur dan adil tidak akan bisa lahir hanya dari regulasi yang baik atau pengawas yang kuat semata , tetapi dari keberanian masyarakat yang kritis, sadar hukum, dan aktif melakukan pengawasan sepanjang waktu.

Editor : Chaidir 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle