Podium Sisoppengi: Inovasi Pengawasan Bawaslu Soppeng Berbasis Kearifan Lokal
|
Soppeng, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Soppeng resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Podium Sisoppengi. Program ini merupakan akronim dari Podcast, Diskusi Pemilihan Umum, Sharing, dan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Terintegrasi yang berpusat di Kantor Bawaslu Kabupaten Soppeng.
Peluncuran program ditandai dengan prosesi gunting pita oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, didampingi Ketua Bawaslu Kabupaten Soppeng, Muhammad Hasbi. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya ruang kolaboratif dan dialogis dalam penguatan pengawasan Pemilu di Bumi Latemmamala.
Dalam sambutannya, Mardiana Rusli mengapresiasi lahirnya Podium Sisoppengi sebagai bentuk kreativitas kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa pengawasan Pemilu saat ini harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya melalui pendekatan penindakan, tetapi juga pencegahan dan edukasi publik yang berkelanjutan.
“Podcast dan diskusi publik adalah instrumen strategis dalam membangun kesadaran demokrasi. Pengawasan Pemilu tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Podium Sisoppengi hadir sebagai ruang edukasi, refleksi, dan kolaborasi untuk memastikan nilai-nilai integritas tetap menjadi fondasi utama,” ujar Mardiana.
Secara substansial, Podium Sisoppengi dirancang lebih dari sekadar forum diskusi biasa. Program ini menempatkan nilai-nilai budaya lokal Kabupaten Soppeng sebagai rambu-rambu moral dan etika dalam menjalankan tugas pengawasan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat legitimasi sosial dengan menjadikan kearifan lokal sebagai basis netralitas dan tanggung jawab kolektif.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Soppeng, Muhammad Hasbi, menyampaikan bahwa Podium Sisoppengi akan menjadi ruang terbuka bagi akademisi, tokoh masyarakat, pemuda, hingga penyelenggara Pemilu untuk berdialog secara konstruktif.
"Program ini direncanakan berlangsung secara berkala dengan menghadirkan tema-tema aktual demokrasi. Kami berharap pengawasan di Soppeng semakin kuat, partisipatif, dan berakar pada nilai budaya lokal demi terwujudnya Pemilu yang bermartabat dan berkeadaban," jelas Hasbi.