Sekjen Bawaslu RI Resmi Lantik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Bawaslu Sulawesi Selatan
|
Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Sekretariat Jenderal Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi melantik dan mengambil sumpah janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Sekretariat Bawaslu se-Sulawesi Selatan. Momentum ini menandai transformasi status para aparatur sipil negara tersebut untuk siap mengemban tanggung jawab penuh dalam mengawal iklim demokrasi.
Hadir memimpin jalannya pengambilan sumpah, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian para pegawai yang kini telah resmi menyandang status sebagai PNS.
"Harapan itu akhirnya sudah tercapai, selamat buat kalian. Sekarang status kita adalah sejawat, yang membedakan kita hanya waktu dan kesempatan. Tapi nantinya kalianlah yang akan menggantikan posisi kami sekarang," ujar Ferdinand menyemangati para abdi negara baru tersebut.
Dalam arahannya, Ferdinand menekankan pentingnya menjaga fokus hidup dan integritas pribadi selama mengabdi di lembaga pengawas pemilu. Ia mengingatkan bahwa Bawaslu memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan Kementerian atau Lembaga (K/L) lain, terutama karena harus bekerja berdampingan secara harmonis dengan jajaran komisioner.
Ferdinand secara blak-blakan juga memberikan peringatan keras terkait fenomena sosial yang marak terjadi, yakni jeratan finansial ilegal yang berpotensi merusak kinerja.
"Syarat bekerja itu adalah waras, fokus saja dengan tujuan hidup kalian. Kerjakan saja, fokus dengan tugas kalian sekarang. Tata hidup kalian baik-baik, itu tadi gunanya kewarasan. Jauhi hal negatif, jangan sekali-kali lakukan pinjaman online (pinjol) atau terlibat di dalamnya, karena jika sudah terlibat, pasti akan berdampak buruk pada lingkungan kerja," tegas Ferdinand.
Ia juga berpesan agar para PNS baru tidak mudah goyah atau terjebak dalam kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Selain aspek profesionalisme, Ferdinand menyoroti pentingnya menjaga etika di lingkungan birokrasi.
"Ada adab di atas ilmu. Dalam budaya kita, adab itu sangat penting. Tunjukkan kualitas kalian lewat integritas dan perilaku yang baik," tambahnya.
Merespons pelantikan tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, menyampaikan pandangan normatif sekaligus suntikan motivasi bagi para PNS yang baru saja diambil sumpahnya.
Menurut Mardiana, kehadiran tenaga aparatur yang definitif dan memiliki legalitas penuh sebagai PNS akan menjadi energi baru yang sangat besar bagi penguatan kelembagaan Bawaslu di tingkat daerah, terutama dalam menyongsong tantangan kepemiluan ke depan.
"Pelantikan ini adalah legalitas komitmen. Sebagai aparatur sipil negara di lembaga pengawas, kalian dituntut tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga harus memiliki mentalitas penjaga keadilan yang kokoh," kata Mardiana Rusli.
Ia juga mengajak para PNS baru untuk menjadikan posisi ini sebagai ladang pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
"Selamat bergabung dalam keluarga besar penegak keadilan pemilu. Jadikan seragam dan sumpah yang kalian ucapkan hari ini sebagai alarm pengingat untuk selalu bekerja dengan jujur, profesional, dan penuh integritas. Masa depan demokrasi kita di Sulawesi Selatan, salah satunya berada di pundak loyalitas dan kerja keras kalian," pungkasnya.
Editor : Chaidir