Bawaslu Luwu Edukasi Generasi Muda tentang Pengawasan Pemilu
|
Luwu, Bawaslu Sulsel - Komisioner Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Bidang Hukum dan Penindakan Pelanggaran Kaharuddin menyampaikan sudah saatnya bagi para generasi millenial khususnya generasi muda untuk terlibat dan melibatkan diri dalam pengawasan Pemilu.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisasi pengawasan Partisipatif di Hotel Anda, Belopa Kamis (11/4/2019).
"Bagaimana generasi millenial terlibat sebagai pemilih cerdas itu sangat penting, meskipun ada tantangan besar, sebab berhadapan dengan arus media sosial yang kontennya perlu diteliti agar bisa menjadi asupan informasi yang benar, terutama dalam konteks Pemilu," kata Kahar sapaannya.
Pesan akan pentingnya peran generasi millenial dalam mengawal jalannya pesta demokrasi juga disampaikan Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Amrayadi.
"Pemilih pemula bisa menjadi pengawas partisipatif dan melaporkan setiap pelanggaran Pemilu. Itu dikarenakan keterbatasan SDM Bawaslu, sehingga kami berharap kepada pemilih millenial dapat mengambil bagian sekaligus menjadi perpanjangan tangan dari lembaga ini," kata Amrayadi.
Sementara itu, Koordiv Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sulsel Saiful Jihad mengatakan, jelang masa tenang, politik uang dan penyalahgunaan terhadap isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) menjadi hal yang paling mengkhawatirkan terjadi jelang pemilu 2019.
Karenanya, kami mengajak para pemilih millennial agar turut berperan dengan cara memberikan informasi penting terkait bentuk pengawasan, dan pencegahan tindak pelanggaran pemilu melalui media sosial (Facebook, Instagram, Whatsapp, Twitter, Line)
Tidak jauh berbeda, Komisioner Bawaslu Sulsel yang juga Koordiv Hukum dan Penindakan Azry Yusuf mengingatkan kepada peserta sosialisasi pengawasan partisipatif bahwa menjual suara, sama dengan menjual kehormatan atau harga diri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Luwu Hasan Sofyan. Ia menyampaikan ada perubahan besar di jaman millenial ini yang dibarengi dengan beternak hoax. "Nah salah satu cara untuk menangkal hoax adalah meningkatkan pengetahuan kita, kapasitas diri," kata Hasan Sofyan.
Sementara, Ketua Bawaslu Luwu Abdul Latif Idris berharap dengan adanya kegiatan ini, seluruh pihak dapat ikut aktif dan mampu menjadi pelopor dilingkungannya untuk berani melaporkan jika melihat pelanggaran yang terjadi.
"Terutama terhadap praktik politik uang. Mari menghadirkan pemilu yang jujur dan adil. Jangan pernah sungkan dalam mengungkap kecurangan pemilu," kata Abdul Latif.
Kegiatan ini sendiri dihadiri berbagai pelajar dari tingkat SMA se-Kabupaten Luw/uploadsPemilih Millenial dalam Pengawasan Pemilu 2019".
/uploads /uploads
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]