Ketua Bawaslu Kunjungi Kabupaten Bone, Dorong Penguatan Konsolidasi Demokrasi dan Kapasitas SDM
|
Watampone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Bawaslu Kabupaten Bone. Kunjungan ini fokus pada penguatan kelembagaan, konsolidasi demokrasi, serta sinkronisasi arah kebijakan antara pusat dan daerah, Jumat (6/2).
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut kunjungan ini sebagai upaya melakukan “transaksi masalah” berbasis fakta lapangan untuk dicarikan solusi hingga ke tingkat pusat.
“Secara kelembagaan, kapasitas manajemen diri kita sudah baik. Meski SDM terbatas, setiap personil Bawaslu harus mumpuni. Harus tahu bagaimana menyusun catatan pelanggaran, laporan lapangan, hingga resume kasus secara detail,” terang Ana Rusli.
Ia menggarisbawahi bahwa inti kewenangan Bawaslu terletak pada penanganan tindak pidana pemilu. Oleh karena itu, penguatan konsolidasi teknis, pengarsipan, dan fungsi arsiparis menjadi wajib untuk menunjang mekanisme kerja yang ketat dan transparan.
Selain itu, Ana juga mendorong penguatan manajemen krisis internal dan peningkatan kapasitas perempuan di lingkungan Bawaslu. Ia menekankan pentingnya regenerasi agar setiap personil mampu menghadapi tantangan lintas divisi, mulai dari analisis hukum hingga kehumasan.
“Perempuan harus menunjukkan kemampuan. Seiring bertambahnya usia, skill juga harus meningkat. Tantangan baru di bidang analisis hukum, persuratan, hingga teknis harus dicoba,” tegasnya.
Menyambut hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Bone, Alwi, melaporkan bahwa kondisi kerja di jajarannya saat ini sangat kondusif dan produktif. Ia mengungkapkan bahwa Bawaslu Bone aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Suasana kerja di Bawaslu Bone saat ini sangat kondusif. Konsolidasi demokrasi kami sudah melibatkan mahasiswa, media, dan stakeholder lainnya. Diskusi lintas unsur ini menjadi program unggulan kami, termasuk dalam mengawal isu netralitas ASN,” ujar Alwi.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Sulsel lainnya, Kamridah Habe, menambahkan pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi dinamika pengawasan di ruang digital. Menurutnya, pertarungan narasi di media sosial saat ini membutuhkan keseimbangan antara kuantitas konten dan kualitas informasi yang disajikan oleh pengawas pemilu.
Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan Bawaslu Bone dalam menghadapi tantangan pengawasan ke depan melalui transformasi kelembagaan yang lebih adaptif dan profesional.