Perkuat Kesiapan Fasilitator, Bawaslu Sulsel Ikuti ToF Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Training of Fasilitator (ToF) Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring, Selasa (05/05). Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan teknis para fasilitator dalam mengawal program pendidikan pengawasan yang terstandar di seluruh daerah.
Pertemuan virtual ini dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, serta Deputi Bidang Dukungan Teknis Sekretariat Jenderal Bawaslu RI, Yusti Erlina. Fokus utama kegiatan ini meliputi pemantapan metode fasilitasi, penyamaan persepsi, serta penguatan strategi implementasi program P2P di tingkat wilayah.
Dalam arahannya, Lolly Suhenty memberikan penekanan khusus pada integritas dan semangat jajaran pengawas di daerah. Ia mengingatkan bahwa tantangan administratif tidak boleh menyurutkan langkah Bawaslu dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat.
"Di tengah minimnya anggaran, kita harus tetap menjaga semangat dalam mengemban amanah untuk melaksanakan pendidikan pengawas partisipatif. Keterbatasan sumber daya bukan penghalang untuk melahirkan pengawas partisipatif yang berkualitas," tegas Lolly Suhenty di hadapan para peserta daring.
Dari Sekretariat Bawaslu Sulsel, kegiatan ini diikuti oleh Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad dan Alamsyah, didampingi jajaran sekretariat serta Kepala Bagian Pengawasan Pemilu. Melalui pelatihan ini, jajaran Bawaslu Sulsel mendapatkan penguatan terkait teknik fasilitasi dan pendekatan partisipatif yang lebih adaptif.
Saiful Jihad menilai bahwa ToF ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya membangun kesadaran kritis masyarakat agar terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi.
"Kami memandang Rakor dan ToF ini sebagai fondasi penting agar Pendidikan Pengawas Partisipatif tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ini harus menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat keterlibatan publik dalam menjaga integritas pemilu," ujar Saiful Jihad.
Dengan adanya pembekalan ini, para fasilitator di Sulawesi Selatan diharapkan mampu mengimplementasikan program P2P secara efektif dan mampu mentransformasikan nilai-nilai pengawasan kepada masyarakat luas.
Bawaslu Sulsel berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kader pengawas partisipatif yang lahir dari program ini memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mendeteksi dan mencegah potensi pelanggaran di wilayahnya masing-masing.
Naskah & Foto : Aqila
Editor : M. Chaidir