Selama Rekapitulasi C1, Staf Bawaslu Makassar Kerja Nonstop 4x24 Jam
|
Makassar, Bawaslu Sulsel - Tahapan rekapitulasi suara Pileg dan Pilpres di tahun 2019 yang dilakukan secara manual jadi salah satu tugas yang menyita energi dan konsentrasi tersendiri bagi penyelenggara pemilu di seluruh tingkatan. Tak terkecuali bagi jajaran staf sekretariat Bawaslu Kota Makassar.
Proses Rekapitulasi yang dilaksanakan oleh staf Bawaslu Kota Makassar ini memaksa 9 (Sembilan) orang staf Bawaslu Kota Makassar menanggalkan keinginannya untuk sekedar ‘pulang kerumah’.
Proses penyerahan C1, penyortiran C1 seluruh TPS (untuk melihat TPS yang kurang dan tidak terisi pada setiap kelurahan dan kecamatan), proses scan C1, hingga proses penginputan dan rekapitulasi C1, membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Dan karenya, proses tersebut membutuhkan waktu yang panjang
“Rangkaian proses C1 dari penyerahan sampai penginputan untuk 1 (satu) kecamatan saja itu makan 3 (tiga) hari†kata Ono, Sapaan akrab Mulya Sarmono, staf Bawaslu Kota Makassar ini.
“Proses pengolahannya C1 ini panjang sekali, dan tentu butuh konsentrasi dan kehati-hatian. Karena itu kami disini terpaksa tidak pulang, dan harus bekerja 24 (dua puluh empat) jam penuh. Terkadang kalau ada yang sudah tumbang, di ganti lagi sama teman yang lain†sambung ono
Keadaan yang sama juga dialami oleh Andi Quandy yang terpaksa harus meninggalkan istri dan 2 (dua) orang anaknya di rumah sederhana miliknya.
Dengan air wajah yang bersemangat, andi menyanmapikan, kalua proses rekapitulasi ini membuatknya harus berpisah beberapa hari dengan istri dan anak-anaknya. “sudah 4 (empat) hari saya tinggal kasihan, saya juga tidak sempat pulang, ini karena tugas, dan saya yakini kalua mereka pahamâ€
“Saya tiap saat pantau mereka, terkadang kalau rehat proses ini C1, saya sempatkan untuk telepon anak istriku, selain pantau mereka juga obati kerinduanku†ungkap Andi.
Bagi andi, pengorbanan ini bukan hanya kesungguhan untuk menyelesaikan tugas, tetapi lebih dari itu, pekerjaan ini didedikasikan untuk Indonesia
“Ini amal ibadah juga sekaligus perjuanganta untuk Indonesia†tutup andi.
Harga yang Dibayar Para Pengawas Pemilu
Semangat yang dibawa oleh staf Bawaslu Kota Makassar ini juga tentu saja turut membara dalam semangat 325 orang pengawas yang mengalami sakit, kekerasan, hingga meninggal dunia yang tersebar diseluruh Indonesia. Seluruh kondisi mereka hadapi, walau mati adalah taruhannya.
/uploadsAtas kinerja tersebut, Nursari, Ketua Bawaslu Kota Makassar memberi hormat dan apresiasi yang tinggi bagi staf Bawaslu Kota makassar ini. Nursari mengatakan, semangat yang di tunjukkan oleh staf Bawaslu Kota Makassar tidak ada habis-habisnya, “semangat mereka ini yang terkadang menjadi inspirasi saya untuk bekerja dan berbuat lebih untuk Indonesiaâ€. Ungkap nursari
Senada dengan Nursari, Zulfikarnain yang merupakan kordiv. Pencegahan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Kota Makassar ini juga mengungkapkan, bahwa semangat yang dimiliki oleh Staf Bawaslu Kota Makassar ini adalah energy positif yang membuat kita semua yakin, bahwa nafas panjang pengawasan pemilu tidak akan pernah habis.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]