Staf Humas Bawaslu se-Sulsel Dikumpulkan, Arumahi: Humas Butuh Kerja Praktis
|
Ket Gambar: Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi 'Pelatihan Strategi Pemberitaan Positif di Media', Kamis (18/8/2022).
Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan HL Arumahi mengatakan, jangan ada pemborosan kata pada setiap pemberitaan. Teknik efisiensi dan efektifitas penulisan berita ini dikenal dengan ekonomi kata. Arumahi menyampaikan nasehat tersebut saat memberi sambutan dan membuka secara resmi 'Pelatihan Strategi Pemberitaan Positif di Media'.
"Ekonomi Kata itu berarti kita bisa menulis tanpa harus menambah bumbu-bumbu yang tidak perlu pada naskah berita," jelasnya di Ruang sidang Nur Muthmainnah Bawaslu Sulsel pada Kamis, (18/8/2022).
Laki-laki kelahiran Wanci, 12 Desember 1963 ini menambahkan, kerja kehumasan adalah kerja-kerja praktis. Sehingga staf humas di lembaga penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu, harus memiliki kemampuan menyederhanakan kalimat.
Selain itu, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Bawaslu Sulsel ini mengingatkan kerja humas harus lebih cepat. Semakin cepat informasi diterima publik, maka semakin baik kerja kehumasan Bawaslu. Meskipun demikian, Arumahi mengingatkan berita yang cepat tetap menjaga data yang akurat.
"Jangan asal cepat, berita Bawaslu juga harus akurat," terang Jurnalis Senior Harian Pedoman Rakyat ini.
Setelah Arumahi, Anggota Bawaslu lainnya yang bertanggungjawab atas kehumasan di Bawaslu Sulsel Saiful Jihad menyampaikan harapan kepada peserta untuk terus belajar. Setiap pelatihan diselenggarakan demi peningkatan kapasitas pribadi. Jadi, bukan hanya Bawaslu, staf juga menerima manfaat dari setiap pelatihan yang diselenggarakan.
"Tujuannya membuat sahabat, staf humas Bawaslu Kabupaten/Kota memiliki kompetensi kehumasan yang siap pakai demi kepentingan lembaga dan pribadi staf sendiri," pintanya.
/uploadsSebagai informasi tambahan, Bawaslu Sulsel memiliki ide kreatif untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada staf humas. Indikator penilaiannya berasal dari hasil pemantauan dan evaluasi terhadap program kerja kehumasan Bawaslu Kabupaten/Kota.
"Konsep acara ini seperti Bawaslu Award, tetapi ditujukan kepada staf humas bawalsu," ujarnya.