Komisi II DPR RI dan Bawaslu Perkuat Kelembagaan Pengawas Pemilu di Tana Toraja
|
Keterangan Gambar : Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, dalam sambutannya menegaskan peran strategis Bawaslu sebagai lembaga penegak hukum pemilu, Selasa (19/8).
Tana Toraja, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Komisi II DPR RI berkolaborasi dengan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan dan Bawaslu Kabupaten Tana Toraja menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dengan tema “Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihanâ€di Grand Hotel Metro Permai, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Selasa (19/8)
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Tenaga Ahli Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Hasruddin Pagajang, SH, Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg, Sp.A, jajaran Forkopimda, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Mardiana Rusli, Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Alamsyah, Andarias Duma, dan Samsuar Saleh, serta Ketua dan jajaran Bawaslu Tana Toraja. Turut hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, media, NGO, pimpinan partai politik, organisasi pemuda, organisasi masyarakat, dan organisasi mahasiswa.
Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, dalam sambutannya menegaskan peran strategis Bawaslu sebagai lembaga penegak hukum pemilu.
“Bawaslu adalah badan yang memang konsen pada penegakan hukum, dari sisi bagaimana mengawal proses ini berjalan secara integritas dan sadar terhadap regulasi. Mungkin sebagian menganggap bahwa Bawaslu ini dalam tanda kutip mencari-cari masalah, namun satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa Bawaslu memastikan proses berjalan sesuai dengan regulasi dan koridornya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tana Toraja atas kehadirannya, dan kita harapkan kontribusi beliau sebagai kontestan apakah sistem sekarang relevan atau perlu pembaruan karena ini penting menjadi masukan di Komisi II DPR RI dan Bawaslu,†ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg memberikan apresiasi terhadap kinerja Bawaslu setempat.
“Menurut hemat saya, Bawaslu di Kabupaten Tana Toraja sudah bekerja sesuai dengan ketentuan dan koridor yang ada, dan ini bukan karena saya menang pemilu tetapi memang itulah yang terjadi. Bisa kita tanyakan ke teman-teman Gakkumdu. Saya juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, karena inilah yang pernah saya sampaikan kepada Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan, bahwa masyarakat perlu diberikan pendidikan politik. Kegiatan ini penting karena kita berharap Bawaslu bisa menjadi wasit yang profesional terhadap pelaksanaan pemilu maupun pemilihan baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pusat,†tuturnya.
Senada dengan itu, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI, Hasruddin Pagajang, SH, menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang aspirasi masyarakat.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk penguatan kelem/uploadsdengan mendengarkan masukan dan kontribusi peserta. Semua yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan evaluasi di Komisi II DPR RI,†jelasnya
/uploadsKegiatan yang dihadiri kurang lebih 80 undangan ini bertujuan memperkuat peran kelembagaan pengawas pemilu sekaligus menjadi forum evaluasi penyelenggaraan pemilu. Selain itu, masukan dari peserta diharapkan dapat memperkaya bahan kajian Komisi II DPR RI dan Bawaslu dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai regulasi.
