Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Pemilu 2024

Perkuat Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Pemilu 2024

Keterangan Gambar: Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi didampingi Anggota Bawaslu Sulsel Amrayadi menyerahkan cinderamata kepada Deputi Rektor 3 IBK Nitro Makassar Dr Novita Risanti, Selasa (6/9/2022)

Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan (Bawaslu Sulsel) terus menggalang partisipasi pemilih muda melalui Bawaslu Goes to Kampus. Kali ini, Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar jadi sasaran program pengawasan partisipatif Bawaslu.

Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi mengajak mahasiswa untuk terlibat dan melibatkan diri untuk bersama Bawaslu melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap tahapan pemilihan umum yang tengah berjalan.

"Hal yang paling krusial dan masih terus terjadi salah satunya adalah praktik traksaksional, politik uang. Dalam perspektif manapun sogok menyogok tidak dibenarkan," kata Arumahi saat memberikan sambutan dihadapan Mahasiswa peserta Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Goes to Campus yang digelar di IBK NITRO Makassar, Selasa (6/9/2022).

"Kita harus punya komitmen bersama untuk berani menolak politik uang. Kalau demokrasi kita masih seperti ini, harapan kita untuk indonesia yang lebih baik, masih jauh," tambah Arumahi.

Di kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Sulsel Amrayadi mengurai tantangan pengawasan yang akan dihadapi pada Pemilu 2024.

"Kegiatan hari ini adalah salah satu langkah pencegahan yang dilakukan Bawaslu. Sebab, ke depan volume kerja penyelenggara akan sama dengan pemilu 2019, ada 5 surat suara. Dengan begitu, edukasi terhadap pemilih harus lebih instens, massif dan tepat sasaran," urai Amrayadi.

Ketua KPU Soppeng periode 2018 ini juga mengungkapkan, keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu masih kurang.

"Harus diakui, keterlibatan masyarakat untuk terlibat langsung masih kurang. Di sinilah pentingnya menggalang pemilih pemula, millenial dan gen Z," jelasnya.

Apalagi penyebaran hoax dan ujaran kebencian marak disampaikan melalui media sosial. Hal ini menurut Amrayadi, sangat dekat dengan generasi muda.

"Koordinasi dan kemitraan dengan semua pihak tent/uploadskan, politik uang (transaksional) saat ini sudah bertransformasi hingga dapat menggunakan fasilitas teknologi informasi," jelasnya.

/uploads

"Adaptasi penggunaan TI untuk mendukung proses pemilu perlu terus dikembangkan," tambah Amrayadi.

Keterangan Gambar: Anggota BawasluĂ‚ Sulsel Koordinator Divisi Pengawasan Amrayadi mengurai tantangan pengawasan yang akan dihadapi pada Pemilu 2024 di hadapan civitas akademika IBK Nitro Makassar, Selasa (6/9/2022).
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle